Minggu, 10 Januari 2016

pantai NGETUN yang GETUN

GETUN diPANTAI NGETUN PINDAH KE WATU LAWANG


 

Haiii,,, haiii gaees, Jumpa lagi dengan daku. Gimana kabarnya, semuanya sehat? Kalau saya sih sehat walafiat, meski hati ini tetap saja masih “ngaggur” (wooi ngaak penting woii). Langsung saja ya gais pada kesempatan kali ini saiya mau “ngoceh”   tentang cerita kita pikgenik ke pantai NGETUN yang membuat kita jadi “GETUN” terus kita “berpaling” hati ke pantai WATU LAWANG (lagi).
Ini adalah kali ke-3 saya “diculik” oleh para “DOLANERS” untuk main ke pantai, siapa sih  DOLANERS itu sebenarnya? Sampai berani-beraninya melakukan “penculikan”.. Sedikit saiya akan ceritakan gais siapakah mereka (baca DOLANERS) sebenarnya.  DOLANERS adalah sekumpulan (mantan) Mahasiswa yang demen “DOLAN” (main dalam bahasa indonesia).  ya mungkin dari seringnya para “Hadek-Hadek” ini “DOLAN” terus mereka menasbihkan diri sebagai para “DOLANERS”. Tapi ini semua baru “Hipotesis” saiya saja hloo gaiss, haha. Untuk lebih jelasnya lagi akan dilakukan penelitian lebih jauh, lah. (Dikira skripSHIT kali yak), wkwk.
Sebenarnya para “Hadek-Hadek” merencanakan liburan ini sudah lama, tapi baru terlaksana kemaren pada tanggal 23 Desember 2015, itupun setelah melewati perhitungan yang matang dan cermat, mulai dari perhitungan arah angin, perhitungan weton, perhitungan Fengsui. dan masih banyak ritul-ritul yang lainya. Itu pun tidak semua anggota  bisa hadir. Ya sudahlah, kita mulai saja perjalanan kita.
Awal perjalanan kita dimulai dari depan (bekas) kampus kita, janjiannya sih kumpul jam 07.30. TAPIIIII tau sendiri lah gais jam “endonesia” (Sory hloo Nduut,  ura nyindir iki). Setelah beberapa saat menunggu dan yang ditunggu tiba kita langsung meluncur ke pos 2 di klaten rumahnya teh intan. Disini si “sasmi” sudah tiba duluan, sampai ikut bantu-bantu nyapu, ngepel, cuci baju. Asah-asah segala,,,, (wis dadeke pembantu wae tehhh). Setelah sebelumnya dijalan kita janjian dengan si “Ghatel” (ini adalah kepala sukunya DOLANERS gais) dan si alan, (bacanya dipisah ya gais jangan digabung)
Jadi keseluruhan yang berangkat pada kesempatan kali ini ada 10 anak manusia yang merindukan hangatnya mentari pantai, semilirnya angin laut, dan lembutnya pasir pantai.... (terlalu lebay ya gaiss? Maapkan y). Jam 8.nan kita berangkat dari rumah teh intan, rutenya kita lewat klaten - pasar semin - terus wonosari. Seperti judul diatas, tujuan pantai kita kali ini adalah pantai         NGETUN, rutenya sih kemaren kita setelah lewat terminal wonosari kita belok kiri arah pantai siung- wedi ombo. Kita lurus saja mengikuti papan petujuk ke arah pantai wedi ombo, jalanya sih mulus tapi rada sempit. Setelah melewati pertigaan kalau belok ke kanan ke arah pantai indarayanti – sundak dkk, sedangkan yang kiri ke arah pantai wedi ombo – siung, kita ambil yang  kiri ya gais, setelah pertigaan ini “bawa” motornya pelan-pelan saja ya gais soalnya papan petunjuk ke panta NGETUN kecil banget gais, jadi gak terlalu kelihatan. Nanti ada plang kecil tulisan PANTAI NGETUN, kita belok kanan masuk perkampungan, disini ada semacam “pos” retribusi masuk ke pantai yang dijaga waraga setempat (kayaknya), karena penampilanya tidak berseragam resmi dan tiketnya pun alakadarnya, disini setiap motor yang masuk dikenakan biaya masuk 5 ribu rupiah, ya cukup murah sih, jika dibandingkan dengan pos retribusi di bagian barat sana yang biaya masuknya 10 ribu per orang, setelah melewati pos ini jalanya nya gais,,    O M G,,,,,,, super duper dahsyat. Bayangkan saja gaees jalananya itu dari makadam tapi dari batu karang yang terjal-terjal dan jalanya pun naik turun,  ditambah lagi muatan saiya yang tidak enteng (sory meneh hlo ndutt), sedikit saran gais kalau mau ke sini jangan bawa motor yang “Ngak laki”.  Jangan seperti saya ya gaess yang bawa motor “Gemes” alias matic, Hyuuuh pasti bakal nyesek pengen nagis Gulingg-guling, ya kerena jalanya itu, jalan dikit gasrut batu, jalan lagi gasrut lagi, belum jalan sudah gasrut lagi. Ampe motor “gemes” daku jadi korban keganasan dia (jalan).

Dan akhirnya setelah sekitar 30,an menit kita “disiksa” untuk melewati jalanan ini, akhirnya kita smapai di TKP (pantai NGETUN).Sekitar jam 12.an siang kita sampai di pantai, lagsung kita ke-warung untuk istirahat sejenak sambil “Nge ES”. Ohh ya gais sekilas warta, di pantai NGETUN ini meski juah dan akses jalannya yang “istimewaaa” disini sudah ada beberapa penjual dan ada juga toilet. Jadi kalau kita mau “mandi-mandi lucu” atau hanya sekedar ganti baju yang basah setelah “keceh” sudah ada tempatnya, ya meskipun sederhana dan hanya berjumlah beberapa. Di warung-warung itu juga menyediakan beberapa pilihan menu seperti kopi-kopian, ES-Esan, (tapi jagan pesen es krim pasti gak ada), Mie-mie.an, Degan-degan.nan. Cabe-cabe.an (yang terakir ini juga pasti gak ada) wkwk.
Sekilas setelah kita sampai di pantai ini suasananya sejuk, teduh, nyaman, asri, gaess. Karena banyak pohon-pohon besar disekitar pantai. Lalu kita berjalan lebih mendekat ke pantai, lebih dekat lagi, lagi, dan lagiii, dan...... APAAAAHHH????? Ini pantaiinya? Kecil beadddd.. (maafkan ke AlAYan saiya gais), paling garis pantainya sekitar 50.an Meter. Terus sekitar pinggiran pantainya pun banyak batu karang yang “emeshh-emesh” jadi gak enak buat “keceh-keceh lucunya” juga dipinggiran banyak sampah daun-daun dan ranting-ranting pohon yang berserakan (kaya hati kyuh, yang masih berserakan) skip skip...  kita pun tidak berlama-lama di pantai NGETUN yang membuat hati jadi GETUN ini, langsung setelah diadakan sidang isbat yang biasa menjadi tontonon menarik rakyat indonesia setiap mau hari raya,, )halahh opo to)  tapi y tenan hloo gaisss. Kita pun segera “berpaling hati” ke pantai WATU LAWANG (lagi).
Tapi sebelum pindah ke pantai watu lawang kita adakan acara pemotretan, ya lumayan lah buat bukti kalo kita pernah kesini hehe. (bukan vamer hlow). Nanti ya gais penampakannya. Kita lanjutkan perjalanan kita dulu takut kesiangan, hlah. Setengah satu,nan kita keluar dari pantai pindah kepantai yang lain. Sebelum ke pantai WATU LAWANG kita sempatkan mampir (bukan disempatkan sih yang betul, tapi WAJIB)  ke masjid untuk sholat Dhuhur (sekalian jamak sama Ashar). Perjalanan dari pantai NGETUN ke pantai WATU LAWANG sekitar 30.an menit. Kita lewat jalur ke arah pantai sepanjang indrayanti sundak, dan teman-temanya, nanti kita akan melewati pos retrebusi, nanti disini setiap orang dikenakan biaya masuk 10 ribu rupiah, hmmm lumayan mehong yaa gaiss, dulu sebelum ngehits kaya gini cuman 5 ribuan rupiah, yaa tak apalah asalkan disertaai dengan peningkatan sarana dan prasarana yang sebanding (sook bijak banget ya akuhh).
Letak pantai WATU LAWANG ini persis disebelah timur pantai INDRAYANTI, dari parkiran pantai indrayanti kita jalan kearah timur  (jalan paving blok) sekitar 300.Meter. letak pantai yang tidak dipinggir jalan membuat pantai ini masih sepi (se sepi hati ini) uhh sayakit tauk. hanya beberapa “gelintir” manusia yang main kepantai ini, mungkin selain karena letak pantai yang sedikit masuk kedalam, juga kerena kalah pamor dengan pantai INDRAYANTI, yang sudah tersohor, dan juga dulu katanya pernah menjadi “kontroversi hati” itu, padahal pantai WATU LAWANG pun tak kalah “kekinian, dan ngehits” dari pantai indrayanti hlo gaiss, (tapi ini menurut dakuu). Pasir pantai watu lawang itu putih, halus, lembut. Kaya kulit aku banget, (terus lari takut dilempari sandal). Disini juga disediain gubuk yang “ala-ala” gitu oleh para pedagang, gak usah bayar gais. Cukup kita jajan diwarung bapak-bapak atau ibu-ibu tersebut ya gaiss, jangan cuman nebeng doang tapi gak beli, kan kaciannn.
Jam setengah 2,an kita sampai di pantai WATU LAWANG. Begitu sampaii, uhhhhhh vannaaaasssss kaliiiiiii........ (pakk beli es teh pakkkk belii, buruann pak dah ngak kuat iniiii). Emang jam-jam segitu kan enaknya bobok-bobok ciang, bukannya malah maen panas-panasan. Hehe, ya gpp lah, buat nyenengin mereka. Akhirnya kita “ngaso” dulu di salah satu gubuk. Sekalian kita makan siang (MIE rebus gak pake telur, gak pake saus, gak pake kecap, gak pake cabe) karena bapak nya ngeluarin saus nya setelah kita SELESAI makan, saya ulangi lagi setelah kita SELESAI makan, kebayang kan gimana rasanya. Makasih hloh pak makasihhh.
Setelah kita puas “bermanja-manja” digubuk yang “ala-ala” itu. Saatnya kitaaaa..... (pulanggg)  enak aja pulang, maen aer juga belom. Setelah dirasa sudah agak “eyup” (ehh bahasa indeonesiannya “eyup” itu apa yaa?) pokoknya sudah ngak terlalu panas lagi. Kita siyap untuk ber-basah-basahan (terus nyanyi “basah-basah tubuh iniiiii”......). ke vantai kalau gak basah-basahan ya rugi keleuss. (apanya yang maen ke-pantai kalau ngak basah, apanya yang maen ke-pantai kalau pulang kantong celananya gak penuh dengan pasir). “ra ketang keceh ning pante, nggango kaos kaki” (mmmmt sopo yaak). Wkwk. “Intine gais nek dolan neng pantai khudhu teless” (ngak juga ding, terserah kalian juga).
Hmmt, ngak krasa ya gais kalau maen itu, tau-tau udah sore aja. Jam 4 sore kita “mentas”, mandi, ganti baju, selfi satu cekrek, (ihh bagus), selfi dua cekrek (instagremble banget deh). selfi tiga cekrek (buat stok DISPLEY PICTURE), selfi empat, ditinggal pulangg kelamaan.
Cukup dulu yaa gais, besok-besok dilanjut lagi (makanya ajakin saiya maen biar bisa bikin cerita lagi) “ini bukan kode hlooo”. Maapkan kalau ada salah-salah ketik, salah-salah kata, kebawa curhat segala, yaa gais. Ini semua karena kekurangan, kekhilafan, dan ke-alay.an saiya yak gais. Nih oleh-oleh nya. Cekidooot.
NGEDEM DULUUU

BEDESS BEDES

JANGAN DUDUK DIBATU ITUUU

ABAIKAN IBU-IBU YANG BAWA HELEM ITU

KORBAN KEGANASAN JALAN

BIAR KEKINIAN



JIKA BERTEMU ABANG-ABANG BERJILBAB ITU HATI-HATI GAIS

JANGAN SAMPAI LENGAH GAISS KALAU GAK MAU JADI BAHAN SERETAN


TUNDUKAN KEPALA GAISS SESEMPUH NIII

BAWA PENGAWAL SENDIRI

INSTAGREMBLE BANGET KAN

KAYA IBU DAN ANAK YAA,, WKWK 

NO COMENTLAH

KEBANYANG KAN CEGARNYA KAYA APAHH

 SI "ALAN"

BIAR NGEHITS

BOBOT MU PIRO TO MIIII,,, ENTENG BIAADDD

BUTUH PERJUANGAN BUAT POSE KAYA GINIII

FULL TEAM

PALING ATAS KAKI SAPA TAU KANNNN

DAADAAAAA,,,,,, TUNGGU EPISODE BERIKUTNYA YAAA GIASSSS,,,,,,





Kamis, 24 Desember 2015

KALI PUCUNG NGARGOYOSO

Keceh di “KALI PUCUNG” plus taman yang APALAH-APALAH


“libur telah tibaa, libur tlah tibaa, hatiii ku gembiiraaa......” jika tau lagu ini brarti anda sudah tua,, hh, tenang gak usah manyun gitu, sama saya juga (menuju) tua., #apasih gak penting banget..,,
Haloo indonesiaa, kalian luar biasaaa,,, hehe (kali aja dibaca orang satu indonesia),, pada kesempatan kali ini saya, (lebih tepatnya kita sih) mau berbagi kisah yangg sangatt sangatt (luar) biasaa, yaaa paling tidak  buat kita sendirilah, haha. bukan maksud buat pamer atau sok-sokan nulis di blog, biar dikata kekinian, tapi lebih karenaaa,,, yaa biar kekiniaan, wkwkw enggak ding,
Minggu kemarin tgl 20 desember 2015, kami 5 power ranger siap-siap beraksi melawan musuh-musuh yang mau menguasai bumi ini, hh bukan ding, ketauan kan generasi 90.an nya, yang tiap hari minggu sudah “ngedogros” didepan tipi, untuk liat acara kesukaan mulai dari sincan yang dari dulu sampai sekarang masih TK terusss, ada juga ninja hatori yang soundtrack nya masih ternggiang-nggiang hingga kini “mendaki gunung lewati lembah, bersama temann berpetualanggggg”,,,, ada juga dragon ball, tamiya, pokemon. Conan, banyak dahhh... skip skipp kembali ke TKP.
Akhirnya kita kesampaian juga untuk  “keceh” ke kali pucung adventure, kemuning ngargoyoso karanganyar. Sebenarnya kita sudah berancana untuk main kesini sudah dari dulu kalaa, TAPI semunya berubah setelah negara api menyerang.. hh. Bukanlah tapi karena “padatnya” jadwal kita. heheh songonng kali ya kitaa.
Untuk menuju kali pucung ini mudah banget gais, modal pertama punya motor atau mobil atau apalahh, pinjem juga boleh sih, yang penting jangan naek sepedah pastii akan cavekk syekalii. Rutenya kaliaan tinggal menyusuri jalan menuju candi cetho, jalanya pun cukup muluss luss tapi agak sempit, tenang saja sepanjang jalan menuju TKP banyak papan petujuk, setelah sampai daerah kemuning resto akan ada jalan kecil kearah kanan, nah nanti kalian belok kanan, teruss belok kiri sedikitt sampai dehh, kalau masih binggung juga tanya saja sama warga sekitar pasti dikasih tau.
TARAAAA
Kita sampai di TKP sekitar jam 12,an siang. Setelah sholat dhuhur didaerah kampung sekitar (karena di TKP tidak ada mushola) kita baru daftar,  eitss tapi jangan dikira nanti kita akan naik prau karet lalu melewati arus yang kencang penuh gelombang,banyak batu terjal, terus teriak-teriak yang keras “arqhh... arqhhh...” semacam itu ya gais.  Soalnya di kali pucung adventure ini kita cuman duduk cantik diatas ban yang diikat satu dengan yang lain dengan satu mas-mas sebagai guide nya, terus menyusuri rutenya, namanya memang KALI pucung, tapi nek  dibilang kali ya bukan kali, soalnya ukurannya kecil, trus sempit Cuma muat satu ban saja.
Nih gais rincian biayanya, parkir  motor, bayar  (2.000) daftar tubing (10.000) per orang dapat fasilitas helmt, plampung, dan ban (dalem)an tentunya. Gak usah pake ditawar-twar segala yak gais. Setelah daftar pakai peralatan, terus kita diajak naek ke tempat star, ohiyaa sekilas info panjang rute tubing ini sekitar 200.an. jalan menuju tempat start berbatu kecil-kecil yang tajam, pake sandal ajah gais biar gak “atiti” kakinya
TEMPAT START
Ini tempat starnya,, ya beginilah gais kondisinya apa adanya,  (malah kaya ditengah hutan), tapi terlihat alami dan syahduu. Hlahhh anggota power rangersnya belum kita kenalkan yaa? Kenalin pemirsa dari paling depan, saya sebagai rengers biru danang khoirudin,  paling muda, paling energik, paling sering di bully, paling sedikit uangnya, belakang saya renger ungu (eh ada gak sih rengers ungu itu) diantara kita berempat dialah yang sudah “laku” sendiri, this name mbak lia yeni astuti,  belakangnya rengers merah si penjaga renger ungu yang sudah “laku” tadi mas dayat. Next ranger hijau mas topek paling senior gais, hehe. Paling ujung renger kuning mbak aprilia, saya sih manggilnya mbak lia cilik. Biar beda dengan mbak lia yang tadi, ok cukup.
Setelah persiapan matang selesai, saatnyaa MELUNCURRR...... dan ternyata, ban tidak bisa bergerak dengan baik dan benar, seprtinya sih karena kelebihan beban dan salah posisi gais, seharunya para rengers yang “berbobot” itu ada diposisi depan, sehingga lebih mudah bannya untuk menggalir, dan kita menyadari setelah selesai perjalanan, kamvret sekali kan. Wkwkw. Awal-awal perjalanan kita belum bisa meraakan senasasinya ber “tubing” ria gais. Ya itu tadi karena salah posisi cuman berasa kaya duduk cuntik didepan tipi sambil lihat sinetron “TUKANG BUBUR NAEK HAJI” yang entah kapan akan berakhirnya.#eh. Setelah beberapa saat terjadi tragedi gais TRAGEDI, bayangpun BAN TRUCK segede itu kempes entah karena over load atau kerana faktor alam atau karena kita kurang infak sodakoh dan menyantuni anak yatim. Setelah dilakukan “change player” dan perbaikan formasi perjalanan pun siap dilanjutkan kembali.
saat terjadi TRAGEDI
Setelah beberapa meter perjalanan kita dihadapkan pada sebuah trowongan yang gelap gulita, sempit, pengap gais, coba kalian bayangkan, (cukupp mbayangkannya). kita sempat was-was gais untuk memasuki terowongan itu, nanti kalau pas diterowongan tiba-tiba ada katak-katak yang lompat lompatan terus masuk kedalam BAN, apalagi kalau sampe yang lompat-lompat itu bapaknya katak alias (BANGKONG) ya tuhannn, tidakkkkk,,,,, terus juga cacing-cacing yang mengeliat-geliat kan gak lucuu, sempitnya terowongan itu hlow gais kan takut kalau hidung yang hanya pas-pasan ini terpaparas langit-langit trowongan, entah apa jadinya nanti. Terus juga kalau BAN yang kita tumpangi kita tersangkut didalam terowongan gimana coba, dan semua itu tadi ternyata hanya halusinasi saya yang berlebihan, karena panjang terowongan tidak lebih dari 4 meter dan waktu melewatinya Cuma sekitar 10 detik,an, wkwkw
lihat expresi mbak lia cilik
Setelah melewati trowongan kita sampe didaerah yang ada tulisan KALI PUCUNG disini kita ditarik sama mas-masnya. Karena disini airnya tenang jadi banya tidak bisa berjalan, sekitar 10.an meter ditarik kita akan menghadapi terjunan gais,,,, arqhh ... arqqqq,,,, argggghhh.
ARQHHHHH...ARQHHHHHH.......
Setelah melewati tulisan KALI PUCUNG perjalanan jadi lebih seru dan mengasyikan gais, karena arus airnya lebih deras dan kencang, sehingga ban.nya bisa melaju lebih kencang.

 Dan setelah melewati tulisan KALI PUCUNG itu pun berarti acara “keceh” kita harus berakhir.
finish line
Yapp begitulah gais cerita kita “keceh” di KALI PUCUNG ADVENTURE di ngargoyoso.. yaa untuk harga 10 ribu rupiah gak ada salahnya untuk dicoba lah gais, selain itu view nya bagus gais dikeliling kebun teh. Setelah selesai kalau mau ganti baju harus jalan keatas lagi gais, karena hanya ada satu tolilet diatas arah menuju tempat star tadi. kalau kita mahh gak pake acara ganti-ganti bajau segala. Masuk angin masuk angin dahh.
Eitss jangan kemana-mana dulu gais karena cerita kita belum berakhir, habis ini masih ada cerita seru lainya, nih liat dulu pfoto-foto alay kita yang kekinian cekidooott.





VIEW KEBUN TEH



Gimana gaess, cukup yak., setelah istirahat sejenak sambil makan brownis buatan mbak lia yang (katanya) enakk, (besok dibawain lagi ya mbak) eh,  kita lanjutkan “halan-halan” tujuan kita selanjutnya adalah TELAGA MADIRDO, sebenarnya sih kepingin kel candi cetho apa ke tahura dan sandi sukuh, tapi setelah diadakan rapat wali murid akhirnya disepakati untuk ke telaga madirda.
Sebenranya ini pertama sih saya kesini, setelah sebelumnya hanya melihat foto yang “berseliweran” di (Medsos) akirnya sampai juga disini. Setelah 30.an menit perjalanan dari kali pucung kita sampai di telaga madirda. Daaan apa yang terjadi saudara-saudara? Yang terjadi adalah seperti melihat gebetan kita sedang jalan bareng gandengan tanggan dengan cow lain, syakit tau syakit. #terus jadi baper nagis dipojokan. Karena saat kita sampai disan ternyata ada adek-adek HW sedang mengadakan kegiatan jadi rame banget tempat nya, haa kita kan malu kalau lagi foto yang apalah-apalah sambil dilihatin satu grombolan adek-adek HW. Jadi kita putuskan untuk pulang saja. Salam HW, H... W...
Saat deperjalanan pulang kita menemukan pada rumput yang “instagramble” banget buat potoh-potoh jadi kita mampir deh.









Sekian dulu ya gais, maap kalu ada salah-salah kate dari saya, memang laki-laki itu selalu salah salah dimata wanita, #lari takut dilemparI sandal. Lain kali kalau ada kesempatan dan (mau) nulis kita sambung lagi dah,, sayonaraaa. Asalamualaikum.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Dibalik Layar Perjalanan Gunung Lawu Jalur Candi Cetho

SEMPAK LAWU (Semangat Sampai Puncak Lawu)

"santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok".......  ituulah sepenggal kalimat yang selalu menggiringi perjalanan kita menuju puncak lawu selain yellyell SEMPAKSEMPAKK,,, 

Minggu  15 juni 2014 habis isya, dengan sabar dan sabaarr ku mennunggu kedatangan rombongan dari solo yang akan mengajak ku mendaki gunung lawuu,, uh betapa bahaginya hati ini,, heheh. "Mendaki gunungg lewati lembahh bersamaa teman berpetualang......"... (jika kalian tau lagu ini masa kecil kalian menyenangkan hahah)

yuups gunung lawuu,, gunung yang berdampingan dengan rumah tapi belum kesampaian melihat indahnya pemandangan puncaknyaa, karena dulu pernah naek sama teman2 kuliah tapi gagal puncak karena cuaca yg kurang ndukung, akhirnya kita cuma ngecame di pos 2 jalur cemoro sewu. kemaren saat ada temen yang ngajakin ke lawuu langgsung dah kepinggin banget, akhirnya setelah melewati proses diskusi dan perdebatan yang lumayan alot-alot gurih ijin pun didapat dari enyak babee. makasih enyak babee.

ahhhhh itu dia dua orang cewek berboncegan melambai-lambaikan tanggan memberikan kode bahwa merekalah yang ditunggu-tungu sudah tiba.. akhirnya setelah lumayan lebih dari cukup menungu didepan taman pancasila karangganyar kehadiran kakak2 ini tiba juga, setelah sedikit berbasa basii kita pun cus menuju base came candi cetoo..

eeiitss.. kita mamper dulu kepasar karangpandan yaach buat beli sayurann, buat masak2 nantii, he. setelah bekal dirasa sudah cukup semua kita lanjutkan perjalanan. udara dinggin menggiringi perjalanan kita menuju basecame, raungan mesin motor pun menderu-nderu memecah heninggnya malam yang sudah mulai sepi oleh aktifitas warga,, jalan sepi dan nanjak itulah gambaran jalan yang dilalui untuk mencapai bascame candi ceto. sesekali motor temen terhenti karena beratnya medan yang dilaluiii,, akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang kita sampai juga dibascame sekitar jam 10an malemm. Sesampainya dibasecame ada juga beberapa pendaki, tapi mereka kelihatanya habis turun dari lawu.

hlahh ko ada yang ganjil yakk... oiya.kita belum kenalan yeea, kenalan duluu dah biar aseek. Katanya gak kenal ga dikasih Pin BBM Lhoo,,.. Heheh..

Nihh kenalinn suhu kita kepala suku yang nganter kita,, Mas ger. Dirombongan dialah sesepuhh kita yang bawain cariil, tenda, nesting, kompor dan temen2nya,, hehe, nih pendaki yang gokill lho, hari selasa baru turun dari lawu lewat cemoro sewuu ehh Minggunya naek lagi lewat cetho nganter kite, terus seminggu kemudian ke Merbabuu,, uhh dia sampe lupa dah berapa kali naek gunungg heheh,, Mantap suhu, ahaha. Saya kenalnya juga baru kemaren pas ndaki....

ini  Pendaki Muka Lama  "Pemula" wkwkwk
 selanjutnya, nah nie orang yang ngajakin  saya kelawu.. namanya lilies apa liesna,, saya juga kurang paham,, kemaren pas bapaknya kasih nama kagak hadir,, kenalnya pas kemaren maen ke Dieng, ni orang temanya temane temenku,, helooh ribet dah pokoknya kalau dijelasieen, dia kuliah di UNS semester tua, setua dirinya kaliya heheh,, dia nie  demen banget ama boyband korea, sama kucingg.

BOYBAND LOPERSS
Tarrraa ini dia pemeran utamanya, selain cewek yang atas  tadii, hehe.. kenalkan namanya Mutia,, ngakunya sihh. Tapi saya  juga ga tau sihh nama asli apa samaran he., ni bocah kenalnya juga baru kemarin pas ndaki, sebelunnya kita gak pernah saling mengenal apalagi bertemu dan lain sebagainyaa. Ini juga temene temanya saya,, kuliahnya di ISI tapi satu atap dengan lilies. sama ni bocah juga demen banget ama kucingg.

Ni dia si SEMPAK (Semangat Sampai Puncak)

Nah tinggal saya seorang yang belum dikenalkan,, perkenalkan nama saya danang khoirudin alamat bakdalem, sukosari, jumantono, karangayar  kode pos 57782 gol darah O status belum kawin agama islam,, (copas KTP) ga penting banget yaa kayknya haha, kuliah di UMS semester akhir insaallah. doanya ya guys taon depan bisa wisudaa,,
Paling junior diantara yang laenn, jangan sirikk lhho
Cukuup dahh perkenalnyaa.. ampe mana yeea tadi sampe lupa!!… ooo sampe itu too!!. Ok kita lanjuut, Akhinyya nyampae juga di basecame,, awalnya saya pikir kita langsung ndaki.. eeitts ternyata salah. kita bermalam di basecame dan mulai star besok subuhh. Setelah istirahat sejenak dan makan sego kucing (menu wajib anak kuliahan) hehe. lumayan buat ganjal perut. Kita tidurr dibasecame setelah disepakati besok kita banggun jam 3, dan mulai ndakii.. 

Dingginnya suhu membuat kita males banguun. Alaram HP pun sampai bosen ngulang2 teruss, hah. Akhirnya jam 4 subuh kita bangun juga dengan sedikit paksaan, setelah sholat shubuh dan packing2 lagi kita pun berangkat, tanpa pamit sama panjaga basecame,, karena masih terlelap tidur habis begadang nonton piala dunia.

Rute pendakian jalur candi ceto

Sebelumm berangkat “kok ada bungkusan apaan tuhh” Ohhwh ternyata masih ada sego kucing sama gorengan, saya tawarin sama cewek2, ehh gak ada yg mau, yaudah lumayan buat sarapann heh. Brrrrr semeridik anggin pagi mengantar kita berangkat. 4 orang. 2 cowok 2 cewek Senin 16 juni jam 04.30 Bismillah kita berangkat. Perjalananpun dimuali Dari basecame sampai candi kethek, lumayan buat ngosngosan,, maklum masih ngantuk2kan belum pemanasan hehh,, break dulu dahh di candi kethek.

 Selapas dari candi kethek lolongan anjing lumayan buat merinding, entah anjing liar apa anjing wargaa. Perjalanan pun tetap dilanjutkan, jalan pelan-pelan sambil diiring lagu dari MP3 Mas Ger. Perjalan menuju pos 1 kita Beberapa kali berhenti untuk istirahat  sejanak sambil mengatur nafas. “mana mas pos 1 nya katanya bentar lagi???” teriakan dari ibu-ibu rombongan kita, benar saja perasaan kita jalan dah lumayan jauh tapi kok gak nyampae2 pos 1.. ehh ternyata kita salah ambil jalur, dari base came kita langsung menuju pos 2 tanpa melewati pos 1. Di pos 2 ini kita bertemu  dengan rombongan pendaki dari Jakarta. rombongan dari Jakarta ini  6 orang plus 1 pemandu orang solo, ahh kita disambut ramah oleh temen2 dari Jakarta kita baru datang dikasih teh hangat, biscuit, lumayan buat ganti sarapan. Nah disini nih awal mula cinta pandangan pertama temen kita,, hahaaseyekk. Nanti kita bahas lagi. heheh




Ni abang-abang dari jakarta yg ngecame di pos2 
Setelah istirahat sejenak ngehabisin teh hanggat, kita pamit berangkat duluan dari temen2 jakarta. Kita lanjut menuju pos 3. sepanjang perjalanan menuju pos 3 jalur dikelilinggi hutan yang habis terbakar, yaap jalur ini memang hutannya pernah terbakar oleh sambaran petir, 

haaah sepanjang jalur kita disuguhi  muka yg murung, lemas, lesu, letih, loyo dan banyakk LLLyg laen, oleh ibi-ibu tadi.. hahah. "mas puncaknya mana? masih jauhh too" heh entah harus gimana jawabnya,, pos 3 aja belum, nanya puncakkk..!!!!!. sepanjang perjalana dari bawah pos 2 sebenarnya si dia dah kagak bawa apaapa, cuma bawa harga diri dan selogan SEMPAKNYA hahah.. yaa mulai bawah pos 2 tas punggungnya dia saya yg bawa., bukanya sok sombong atau gimana cuma melas lihat dia yang dah seperti itu.. hihih. melangkahkan kaki pun sudah terasa berat masih ditambah beban ditas punggungnya,, yang entah apa isinya hanya dia, lilis dan Tuhan  yang tau. wkwkwkw. "kene tase tak gawake mbakk",, tawaran ku berikan padanyaaa, "gak usah, iseh kuat kokk.." jawab dia.. yaudah kite masih tetep jalan lambat merayap, Mas ger dan si lilis  jalan sedikit didepan sambil ngegosipin apa, saya juga kagak tauuu,,.. lagi saya menawarkana bantuan dengan hati yang tuulus ikhlas,,  "kene tase tak gawake mbakk gpp gak usah isen..." sambil tertunduk, dengan merenung yang dalam sambil maluu-malu diapun akhirnya menyerahkan tas nya pada saya.. 'ok dengan ini saya terima tas punggung dari anda dengan segal isi-isi yang ada didalamnyaa.. huhhaha. perjalanan pun dilanjutkan lagi, idihh meski tas nya udah tak bawain nie bocah jalanya etep aja pelanpelan sambil sesekali duduk lemes.. yaudahh sabar dehh,. akhirnya pos 3 kelihatan. ibarat melihat rumah mewah yang nyaman dan tenang,, haha, sesampainya di pos 3. Mas ger dan si lilis sudah nyantai kaya dipantai sambil rebus air buat masak mie dan bikin kopi...




Pos 3
Sarapan dulu













       Disini kita ketemu lagi sama abang2 jakarta lagi, gantian kite yang nyambut kedatengan temen2, sebenarnya sih tadi pas diperjalanan ke pos 3 juga ketemu saat break sebentar, Nah disitu tu ada kejadian yang maha ektra dahsyat spektakulerrr luar biasaa,,, tau ngaa..?? sii kamut sempat nanggis lhoo pemirsaa,, iya naggisss.. hehe,, awalnya sih dikira cuma bo'ongan buat cari perhatian hehe,, ehh taunya beneran. tapi gak tau juga sih, beneran apa cuma aktingg. kalau cuma sekedar aktingg, aktinggnya  bagus beeud dahh. patut dikasih penghargaan piala citra, marina, sofel, dan segala merek handbody dahhh,, hahah (peace mutt).. kronologinya gini pada suatu waktuu hahseyek.. si kamut tu kan orangnya takutt beeuudd sama ulat /uler boso jowone,, hlaa digodaain dikit aja langsung dah HIESTERISSS membahanan, Mas ger tau si kamut takut uler malah kaya dapet maenan baru  dahh posisi cepak, lemes, lapeer ehh malah digodain, dikit2 goda dikit2 goda.. ehh rombongan jakarta ikut2tan godaa,, yaudah dehh.. terjadilah peristiwa yang menghebohkan ittuu,, nyesel juga kehilangan moment buat ngerekam,, xixixi. luamayan sih sebenaranya buat hiburan saat lelah dan mulai laparrrr,,, akhirnya setelah segala daya upaya semua orang untuk menenangkan jiwa yg sedang labill ini hehe,, berhasil juga membuat si kamuut berhenti nanggiss,, cuuppcuuppcuup.. setelah sesat kamut berhenti nanggis kita putuskan untuk melanjutkan perjalanan dan meninggalkan rombongan jakarta,, yang masih nunggu temennya  yang masih dibawahh.. 


Ahhirnya sarapan juga dehh, Migoreng, Nasi , dan Teh Hangat. adalah menu sarapan pagi itu, meski sudah terlambat buat dibilang sarapan karena saat itu sudah sekitar jam 10.an. Menu seperti ini diatas gunung sudah merupakan menu yang sepesialll meski tanpa telor hhe.. nah disini  ni selogan "santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok" mulai keluar, yaap kemaren kan dah dibilangain sama Mas Ger malamnya sebelum berangakat.. tulittuliit bunyi sms masuk... "Gowo'o panganan sek akehh" tekktekektk dijawab dengan singkat dan sangat-sangat jelass "santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok"..... yuups benar saja saat di pos 3 suruh ngeluarin bekal ni bocah2 cuma bawa p*p mie masing2 dua biji ama air mineral... hlladalaaa dikira cuma mau pikinik teruss pulang gitu kali yeea, yaudah saya keluarin perbekalan yang ditass saya,, mi goreng 3 biji ama air mineral 1 literan 3 biji.. masak daaahh.. selogan  "santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok" ternyata hanya sebatas selogan doang pemirsa ternya dua sejoli ini muakanya kagak bisa dibilang sediiktt,,, ahssudahlah, haha,, nah kebetulan banget pas di pos 3 ini abang2 jakarta sudah kehabisan air, kita kasih dah 1 buat bekal keatas,, itung2 balas budi dehh, hehe.. setelah istirahat sejenak rombongan abang2 jakarta berangkat duluuan. kita sih nyantai nyarap duluuu.

okeedahh hadirinn, setelah dirasa cukup istirahatnya kita lanjutkan perjalnanyaa, nah perlu diketahui bahwa persediaan air kita tinggal 1 botol akua isi 1,5 literan,, padahal kita ber 4 dan baru nyampe pos 3.. tapi gpp kan rombongan ibu2 kita punya selogan "santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok"...  yaudaah dahh kita lanjuut, sepanjang jalur menuju pos 4 jalur tetap masih menanjak, tapi asikk kanan kiri banyak bunga edelwis yang masih malu2 untuk bermekaran,, langkah demi langkah kita lalui dengan sesekali kabut naek keatas mengantar kita ke pos 4.. kembali ditengah perjalanan menuju pos 4 sikamutt melambaikan tangganya pada kamera,,,,, yups kembali beban dipundak ditambahi dengan tas sidia.. gpp buat dia sihh apa yang ngak.. hahah wuelkk. pasti sikamut pas baca ini sambil nyengir-nyengir sendiri...

Entah apa yang ada didalam benaknya kala ituu


owwiya tak lupa sepanjang perjalanan kita selain diiringgi suara penyanyi dari Mp3 Mas Gear, yang tak capek2 bernyanyii, juga diiringi suara alam dari bokong peserta pandakiii (baca kentuutt) terutama mas gear tu, yang persediaannya buaanyak banget, dari bawah sampai puncakk sampai turun lagi kagak habis2,,,hahah.


Bermodalkan tongkat, sebotol aer mineral dan selogan SEMPAKNYA akhirnya sikamut dan rombongan akhirnya nyamapi juga di pos 4. yang saat itu dah nunjukin jam 1 siang.. uhh lama juga yeea kita jalan dari pos 3.
POS 4
laaanjutt, takuttnya kemalaman karena kata Mas Gear, diusahakn sebelum petang kita sudah melewati pasar Dieng ada juga yang menyebut pasar setan karena jalurnya "menyesatkan" kalau keadaan malam sulit melihat jalur yang benar menuju Hargo Dalem..  perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 lumayan berat karena beberapa kali kita harus melewati bukit2,, Masih diiringi suara MP3 dan suara kentuut yang saling bersahuutan, akhirnyya kita nyampai sabana 1. yees SABANA,, katanya Mas Gaer hanya lewat jalur candi cetho kita bisa melihat padang sabana di gunung Lawu.. ini yang banyak orang bilang "hadiah" dari jalur candi cetho. Seoolah lupa akan rasah lelah, lapar yamg mendera. karena melihat indahnya padang sabana,, langsung dah jiwa alay kita pada keluar narsis2,, poto selpi sambil monyongin bibir, dan masih banyak hal2 memalukan yang tak pantas untuk diceritakan,, hahah

Padang Sabana 1
Ni anak tiba2 kaya mendapat kekuatan super,  lupa akan rasa lelah dan capeknya

Selpii dulu mumpung baru trenn

"yuk lanjut, sabana didepan masih panjang" ajakan dari senior kita untuk segera mengakhiri kegiatan Alay kita, kita pun lanjut meninggalkan indahnya padang sabana 1, jalan lumayan  datar mengahampar didepan kita. sekitar jalan 10-15 menitan kita nyampe di sabana 2,,, eeallaaahh, ketemu lagi dah sama abang2 jakarta, yang sedang beristirahat sambil menikmati indahnya pemandangan.

setelahh sedikit beristirahat dan mengambil beberapa sesi pemotretan dengan para pendaki dari ibu kota kita jalan beriringan meninggalkan sabana 2. tak lama dari padang sabana 2 katanya kita tiba di pos 5, menurut kabar beredar didaerah sini lumayan horor kalau buat ngecame, soalanya masih ada babi hutannya dan macan tutul kata mas Gear, selain cerita mistis yang melekat dengan gunung ini.

Ngalay dulu

 selepas sabana 2 ada semacam bukit kecil kaya bukit cinta di Maha meru,, sotoy lhho nang, kaya pernah kesan aja, heheh. dibalik bukit ini juga masih terhempar padang sabana yang luaas, kita pun berhenti sejenak untuk istirahat sekalian sholat dhuhur sama ashar.  Rasa capek, pegal-pegal dikaki, pundak, rasa lapar kembali mendera kita, seakan-akan dah males untuk melangkahkan kaki untuk menyusuri indahnya padang sabana sore itu, ingin rasanya segera tiduran sambil menyeduh teh hangat,, ahhh betapa nikmatanya,, angan2 yang tergambarr.. Tapi kenyatanya kita masih di Padang sabana yang begitu luas, sepanjang jauh mata memandang hanya ada rumput ilalang yang dikelilingi semu2 daun cemara yang mulai menghijau bekas terbakar. lagi2 selogan SEMPAK mampu membakar semangat untuk segera nyamapi di Hargo Dalem dan bersitirahat ngecame disana, perjalanan pun kembali dilanjutkan dengan selangkah demi langkah kaki ini mulai meninggalkan sabana2. Emanng dasar badan sudah capek baru sebentar jalan saja kita istirahat lagii, di tapak menjagan kita kembali beristirahat, nahh ini-ni akibat selogan "santai wae mas mangan karo ngombe ku ger sitik kok" baru terasa efeknya, gimana tidak, dalam keadaan yang super duper power gini kita sudah kagak ada makanan sama sekali, tukang cilok juga kagak ada yang lewat,, hehe,, eitzzz apa yang akan terjadi pemirsaaa??  "ooowhiyyaayaa" sambila ada gambar bolammm dekat kepala muncull,, hah. eike kan masih ada 1 bungkus mie rebus, sekotak waper, dan aer kelapa botol gelass. entah apa namanyaa,, Ahhh betapaa girangnyaa hati kitaaa, sambil menikmati snack apaadanya kita beristirahat ditemani Sang surya yang mulai menghilang di balik bukitt,, 'adduhh mama sayanggee' ,cocuuiit beuud dah,, sayang kita tak beruntung melihat menjangan disinii,, 

Sekitar Tapak Menjangan


Nah dari sini giliran si lilis yang manja suruh bawaain tas dia, eiih eamng eike cowok apaan yeea, ok dahh gpp lanjut, matahari pun secara perlahan mulai meninggalkan kita sendiri dialam sabana yang luas ini, kembali mas ger dan lilis jalan berduan didepan, saya kebagian ngawal kamut yang jalanya dah kaya orang mabok gitu sempoyongan kekiri-kekanan kagak jelass, masih ditamabah berhenti nungguin dia makai jaket, ahh gelapa pun akhirnya datang menghampiri kita, padang sabana mulai ditinggalkan berganti memasuki daerah  bukit yang masih lebat dengan pepohonan dan semak2 yang tingginya hampir sama dengan kita, dan ditambah pada saat itu rombongan lilis sama mas ger sudah kagak kelihatttan, waduuuhh gimana ceritanyaa niee., 

Angin malam yang mulai terasa dinggin menyuruh kita supaya cepat2 nyampai di Hargo Dalem, dengan ditemani senter yang mulai redup kita berusa menyusul lilis sama mas ger,, sesekali teriakan saya untuk memanggil rombongan depan tapi tidak ada responn. dengan pelan kita tetap jalan menggikuti jalan setapak, sejujurnya saya juga sedikit khawatir dengan keadaan ini, tapi seolah2 gpp biar sikamut tidak tambah panikk,, heheh padahalkan takut juga yeea, kembali beberapa kali berusaha memanggil mas ger, kembali hanya suara anggin yang menjawab. sikamut sepertinya mulai merasa gelisah seperti mau naggis gituu, heh entah dah gak kuat atau takutt sambil jalan sempoyongan, saya yang ngeliaht dari belakang malah takut sendirii kenapa nie bocahh, disuruh berheti untuk istiraht gak mau katanya masih kut,, masih kuat tapi ko jalanya sempoyangan yeee????,, owh jangan2akting lagi yea,, haah, ku mencoba menawarkan bantuaan membawakan tas,,tapi ditolak, yaudah gpp, aku juga gak sakit hati ko..hihi, 

cukup lama juga kita berjalan berdua menyusuri jalur ini,, sebenarnya kasihan juga ngelihat kamut seperti itu, tapi apa daya,, wakaka. akhirnya sorot senter terlihat remang2 dibalik rimbunnya pepohanan dan semak2, alhamdulilah, lega rasanya, akhirnya Mas Ger kembali kebawah mencari kita. ternyata tadi mas ger duluan naruh lilis sama carirl diatas untuk jemput kitaa, dengan meninggalkan lilis sendirian disana,, whuuuo pasti merinding sendiri tu bocah diatas sana, setelah sedikit berbasa basi saling menanyakan kabar "piyee kabare penak jaman ku tooo???" kita pun melanjutkan perjalanan satelah sebelumnya mas ger membawakan tas sikamuttt,, Ciecieee Mas Ger.. sekitar jalan 10 menitan kita nyampai ditempat lilis uji nyali,, heh. ok setelah istirahat sebentar kita lanjut menuju daerah pasar Dieng. 

Nah disini kekhawatiran Mas Ger saat dibawah ternyata terbukti kita nyampai pasar dieng kemalemen dan nyasar, gak tau jalur yang bener menuju ke Hargo Dalem, kita pun muter2 di situ cukup lumayan lama, uhhhh serem boook'...  memang membingungkan daerah sini tuu, soalnya jalurnya gak keliahtan, tanda penunjuk jalan pun sepertinya juga gak ada. kita pun disuruh berhenti duluu dan Mas Ger keliling2 nyari jalurnya. Akhirnya setelah mengeluarkan tanaga dalamnya mas ger pun mendapatkan petunjuk untuk keluar dari daerah sini.. heh. katanya di tadi denger suara klebeekklebekk bendera berkibar, bererti kita sudah dekat dengan Hargo Dalem, dan setelah berjalan sekitar 20an menit kita pun nyampe Hargo Dalem,,,, yessssssss. uyeeuyeee. hampir seharian perjalanan kita dari basecame sampai Hargo Dalem, star dari basecame jam setengah 5. nyampai hargo dalem jam 6 petangg,, gile benar dah tuuuu...

Seseampainya di Hargo Dalem kitapun langsung ngediriin tenda dengan diiringi gerimis kabut, ahhh senangnya akhirnya kita nyampai juga di puncak Hargo Dalem, ingin rasanya segera memejamkan mata dan mengistirahatkan badan ini. setelah tenda berdiri tegak, saya dan mas ger ke sendang derajat untuk mengambil air, sekembalinya dari sendang ternyata dua bocah yang ditinggal tadi sudah ada yang ngapeliin,, cieee, rombongan jakarta ternyata sudah tiba di Hargo Dalem dari tadi,, Teh hangat menjadi pilihan yang tepat malam itu untuk menghangatkan badan. Asikk acara masak2 pun segera disiapkan, Ni cep Mas Ger dah siap ngeluarin jurus rahasianaya,, tumis bayam, kentang goreng, bayam goreng, menjadi menu malam itu.

Arggggh,, dirasa sudah kenyang kita pun pamit tidur pada alam,, huuff JEGIDEKK wuademe rek raketulungan,  dah tidur cuma modal sarung doangg,, yang laen mah enak pada bawa SB,, lha kita modal sarung doangg, boook

JEGIDEKKKK
BRRR tidurpun terasa tak nyenyak sama sekali, dikit2 bangun, ngantuk tidur lagi,, bangun lagi,,, argggh, malam pun tersa panjangg, cielahh. Akhirnya setelah uji nyali dengan rasa dingin semalaman pagipun datang menghampiri.
Sapaan selamat pagi digunung lawu
Uhhhuademmm poll,, malas rasanya untuk keluar tenda, akhirnya setelah dilakukan rapat sidang isbat kita sepakat untuk menuju puncak Hargo Dumilah, dengan catatan meninggalkan mas ger ditenda, sepertinya kalau sudah menjadi pendaki muka lama tu, puncak tu bukan menjadi tujuan utuma kalii yaee. selain mungkin sudah katam dengan yang namanya puncak, saat itu juga katanya mas ger sedang  masuk anggin,,, kebanyakan kentuut kelees, xixixi

Dengan modal restu dari Mas ger, kamera digital dengan batu serep, dan sebotol air aku, kita pun pamit untuk menggapai puncak lawu pertama kami,, hahasyeek. perjalan dari tenda lurus lewat depan warung mbok yemm, terus belokk kanan,, Waaooou, OMG.. itu jalurrnya,, dhasyat bener, nanjak poll jalurnya.

Ni jalur ke puncak Hargo Dumilah
wuduhhh lumyann berat dah medanya, ditambah perut yang belum diisi sarapann,, tapi tetap SUPANGGAT dongss,, pucukkpucuukpucuuk ,, namun sepanjang jalur ke puncak pemandangannya lumyan cakep dah, kanan kiri banyak bunga edelwis,, dan yang gini nniii.....

Waaoou Ajibbb

Perjalanan dari tenda sampai puncak Hargo Dumilah sekitar 15an menit,, haah lumayan ngosnggosan juga lho guys,, nanjak terus pokokknya, ahh huhhhuhu.. Akhirnya nyampai pucak jugaa.. Alhamdulillah, ternyata dipuncak sudah buanyakk teman2 yang laen, termasuk abang2 jakarta, keteemu lagi, wuuh seneng binggit akhirnya kesampeaan juga bisa menikmati indahnya puncak gunung lawu.,, Apalagi tu si kamut, sampe nangis gulung komengg, gak karuan gityu., akhirnya kesampaean juga cita2nya yang terpendam buat ganti poto propil diatas gunungg buat pamer sama temen2ne,,, ciielahhh,

 hiyuuuh,, setelah mengantri dari pendaki yang laen buat poto ditugu Hargo Dumilah akhirnya nomer antrian kita dipanggil jugaa,, "yaah, silhakan antrian rombongan dari ibu2 PKK Harapan Bunda" oakkdah setelah mengantri yang tidak terlalu lama giliran kita untuk ngalay ditugu Hargo Dumilah,, gak disiasiakan dong kesempatan yang indah seperti inii....
atuu, dua, cissss,,,,

katanya buat pamerin temen
Buat pamer ganti poto propil

miring-miring dahh.



Setelah dirasa cukup buat sesi pemotretanya kita pun kembali ketenda.. sebelum kembali ketenda kita mampir kewarungnya mbok yem dulu beli mie buat sarapan, owhh nyampai ditenda ternyata tenda kita rame macam pasar dadakan aja,, rombongan abang jakarta berkunjung ngeteh barang mas ger,,, sarapan pun diasiapakan buat ngisi tenaga buat perjalanan turun,, pagi itu menunya mi goreng, nasi, sayur, kentang goreng, komplit banget dahh sambel pecel pun ada,,, yuups menu yang komplit,..

Ok dehh,, cukup sekian dulu ye ngoceh eikee laen kali disambung lagiii,,, soalnya keburu imsak ni,, hehe..ow ya sekalian saya danang khoirudin bersama keluarga, pak RT, pak RW, pak bayan, pak lurah, Serta Bupati Karanganyar mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Taqobbalallahu minna wa mingkum mohon maaf lahir dan batin,, daaahh... Muachhhhh...
eitzz nih pantanginnn oleh2 dari lawuuu,, Cekiidoooott,,,,,




liat pendaki make toga,, jdi kepikiran skiripsi dahh,, mood turun,






edelwiss

Warung legendaris dipuncak lawu "Mbok Yem"

Entah apa nama bunga ini





Bendera Merah Putih yang gagah dipuncak lawu

Cieeee....


View sebelum tugu Hargo Dumilah



















Sambil ngayal bisa berenang diawannn,, uhh









bisa2 nyaingin mbok yemm nie,,ha

















Matahari menghilang perlahan dibalik bukit

hanya mereka yg tau nama pose ini

Ikut pemotretan ama artis ibu kota hehe


Masih padang sabana
pas naek
ini niee artis ibu kotanya,, heheh
CUITCUITTTZZ,, Selamat yaach
NI buat penutup, depan Candi Kethek